Statistik Pengunjung blog AL BAHRAIN 4

Selasa, 19 Juli 2011

Wajibnya Menegakkan Kemurnian Agama Islam

Firman Alloh yang Maha
Luhur:
1. Quran Surat Al
Bayinah ayat 5 “Dan mereka tidak diperintah
kecuali menyembah Alloh
dengan cara memurnikan
Agama dengan niat karna
Alloh dengan condong …”.
2. Quran Surat Al Ghofar
ayat 14 “Maka menyembahlah kalian
kepada Allah dengan
memurnikan agama dengan
niat karena Alloh, walaupun
orang-orang kafir benci”.

Kemurnian Agama Islam bisa
diukur dari 3 aspek:
1. Murni pedomannya yaitu Al
Qur'an dan Al Hadits
2. Murni pengamalannya,
berdasarkan tuntunan Alloh
dan Rasulullah SAW dalam Al-
Quran dan Al-Hadist, tidak
dicampuri bid’ah, syirik,
tahyul, dan kemaksiatan/ pelanggaran
3. Murni niatnya, niat karena
Alloh; semata-mata bertujuan
ingin masuk Surga selamat
dari neraka Dalam Al Quran dan Al Hadits
telah dimuat ketentuan-
ketentuan, hukum-hukum
dan peraturan-peraturan yang
berkaitan dengan perintah
atau larangan, halal atau haram, pahala atau dosa dan
surga atau neraka. Umat Islam yang beribadah kepada Alloh dengan
berpedoman murni pada Al
Quran dan Al Hadits tidak
dicampuri dengan perbuatan
syirik, khurofat, tahayul dan
maksiat serta didasari niat karena Alloh, semata-mata
tujuan mencari Surga Alloh
dan takut akan siksa Alloh
berupa Neraka dijamin; PASTI BENAR, PASTI SAH, PASTI DITERIMA oleh
ALLOH dan PASTI MASUK SURGA

I. Murni Pedomannya :
Al Qur'an dan Al Hadits Al Qu'ran dan Al Hadits adalah
pedoman agama Islam yang
diakui oleh seluruh umat
Islam di dunia. Al Qur'an adalah firman Alloh Al Hadist adalah sunnah Rosulullah yang
terdiri dari semua ucapan dan
perbuatan Rosulullah SAW
dan semua pengakuan
terhadap ucapan dan
perbuatan para sahabat dan yang dicita-citakan oleh
Rosulullah SAW.

Firman Allah yang Maha
Luhur:
1. Quran Surat Al An’am
ayat 153 “Dan sesungguhnya ini (Alt
Quran) adalah jalanKu yang
benar maka ikutilah, dan
janganlah mengikuti setiap
jalan, maka akan tersesat
kamu sekalian dari jalan Alloh”.
2. Quran Surat Azzuhruf
ayat 43 “Maka berpegang teguhlah
dengan apa-apa yang telah
diwahyukan kepadamu
(Muhammad), sesungguhnya
engkau berada di jalan yang
benar”.
3. Quran Surat Al Hasr ayat
7 “Dan apa-apa (peraturan)
yang Rasul datang kan pada
kalian maka ambillah, dan
apa-apa yang Rasul melarang
maka jauhilah”. 4. Quran Surat An Nisa’
ayat 13 “Demikian itu undang-undang
Alloh. Barang siapa taat
kepada Alloh dan UtusanNya
(Alloh) akan memasukkannya
ke dalam Surga yang mengalir
dari sekitar Surga beberapa sungai, mereka kekal di
dalamnya. Demikian itu
keuntungan yang luar biasa
besar”. Sabda Rosulullah SAW:
1. “Aku (Nabi) telah
meninggalkan kepada kamu
sekalian dua perkara. Kalian
tidak akan tersesat (pasti
benarnya) selagi berpegang
teguh pada keduanya, yaitu Kitabillah (Al Quran) dan
Sunnah Nabi (Al Hadits)”. Hadist riwayat Malik
2. “Maka sesungguhnya ini Al
Quran ujungnya yang satu di
tangan Alloh dan ujung
satunya di tangan kalian,
maka berpegang teguhlah
pada Al Quran. Maka sesungguhnya kalian tidak
akan rusak selamanya (pasti
selamat) dan tidak akan
tersesat (pasti benar) bila
berpegang teguh pada Al
Quran”. Hadits riwayat Thobroni
3. “Mencari ilmu itu kewajiban
bagi setiap orang Islam”. Hadits riwayat Nasa’I dari
Anas bin Malik
4. “Ilmu (yang wajib di cari) itu
ada tiga, adapun selain dari
tiga itu merupakan lebihan
(tidak wajib dicari); ayat yang
muhkam (Al Quran) Sunnah
yang tegak (Al Hadits) atau ilmu faroid yang adil (ilmu
pembagian waris)”. Hadits riwayat Abu Dawud
dari Abdulloh bin U’mar
bin A’sh II. Murni Amalannya Tidak Bid’ah, Tidak Syirik,
Tidak Tahayul, Tidak berbuat
Maksiat dan dosa. Tidak Bid’ah Bid’ah menurut Imam Syaathibi adalah semua
perbuatan yang diada-adakan,
yang menyerupai syariat
Agama Islam dengan tujuan
untuk mengepolkan ibadah
kepada Allah namun tidak ada dasar hukum dalam Syariat
Agama Islam dalam Al Quran
dan Al Hadits yang
memperbolehkan. Sabda Rosulullah SAW:
1. “Dan sejelek-jeleknya perkara
(agama) adalah barunya
perkara dan semua perkara
baru dalam agama adalah
bid’ah, dan semua bid’ah itu
sesat dan semua kesesatan itu ke neraka”. Hadits riwayat Nasa’I dari
Jabir bin Abdullah
2. “Barang siapa yang
memperbaharui perkara di
dalam perkara agamaKu ini
dengan sesuatu yang tidak
ada di dalam perkara agama
(tidak ada contoh/perintah dalam Al Quran dan Al Hadits)
maka orang tersebut ditolak
amalannya”. Hadits Riwayat Bukhori
dari Aisah
3. “Alloh tidak menerima amalan
orang yang masih
mengerjakan bid’ah sampai ia
meninggalkan bid’ahnya. Hadits Ibnu Majjah dari
Abdulloh bin A’bas
4. “Sesungguhnya barang siapa
hidup setelah Aku (Nabi)
maka ia akan menjumpai
banyak perselisihan.
Maka
tetapilah sunnahKu (Nabi) dan
Sunnahnya para Kholifah yang mendapatkan petunjuk dan
benar. Berpegang teguhlah
pada sunnah-sunnah tersebut
dan gigitlah dengan gigi
geraham (pegang teguh
dengan kuat)”. Hadits Riwayat Abu
Dawud Berdasarka sabda Rasulullah
SAW di atas jelas bahwa
amalan ibadah yang tidak
didasarkan perintah Alloh dan
Rasulullah SAW, tidak ada
contoh dari Rasulullah SAW, dan tidak ada jaminan
kebenaran dari Alloh dan
Rasulullah SAW tidak diterima oleh Alloh atau ditolak dan sia-sia. Contoh-contoh amal ibadah
yang tidak termasuk bid’ah
karena ada jaminan
kebenaran dari Alloh dan
Rasulullah SAW yaitu
sunnahnya para Khulafaa’ur roosyidin , seperti: 1. Salat terawih di bulan Ramadhan merupakan sunnah
yang dibuat oleh Umar bin Khatab dan sebelumnya Nabi SAW tidak pernah
mencontohkan sholatlail
dikerjakan secara berjamaah.
2. Ustman bin Affan membuat sunnah adzan yang ketiga sebelum sholat Jum’at. yang
mana sebelumnya adzan
sebelum sholat Jum’at hanya
dua kali yaitu Adzan pertama
da Qomat sebelum sholat. Tidak Syirik Syirik adalah menyekutukan Alloh (menyamakan) Alloh
dengan apapun dalam bentuk
ucapan, amalan maupun
keyakinan. Keyakinan bahwa
ada kekuatan selain Alloh
yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia termasuk
syirik.
Termasuk perbuatan syirik
adalah: Khurofat Cerita-cerita bohong yang
dianggap benar yang tidak
ada dasarnya dalam Al Quran
dan Al Hadits. Tahayul Cerita-cerita mistis, horor hasil
angan-angan yang dijadikan
kepercayaan dan keyakinan. Firman Alloh yang Maha
Luhur:

1. Quran Surat Azzumr
ayat 65 “Dan sesungguhnya telah
diwahyukan padamu
(Muhammad) dan pada orang-
orang (para Rosul)
sebelumMu, sesungguhnya
jika engkau syirik maka amalanmu akan lebur dan
engkau tergolong orang yang
rugi”.
2. Quran Surat Al Maidah
ayat 72 “Sesungguhnya barang siapa
yang berbuat syirik pada
Alloh maka sungguh-sungguh
Alloh mengharamkan
padanya masuk Surga dan
tempat orang tersebut adalah di neraka dan tidak ada
penolong bagi orang-orang
zalim”
3. Quran Surat Al An’am
ayat 88 “Dan seandainya mereka
berbuat syirik maka niscaya
amal perbuatan mereka
lebur”.
4. Quran Surat An Nisa’
ayat 116 “Sesungguhnya Alloh tidak
akan mengampuni jika
mereka menyekutukan
padaNya ( Alloh) dan Alloh
akan mengampuni dosa-dosa
selain syirik pada orang yang dikehendaki dan barang siapa
yang menyekutukan pada
Alloh maka benar-benar dia
sesat dengan sesat yang jauh”.

III. Murni Niatnya: Karna Alloh, tujuan semata-
mata ingin masuk surga
selamat dari siksa neraka Firman Alloh yang Maha
Luhur:

1. Quran Surat Al Lail ayat
19-21 “Dan tidak ada bagi seseorang
yang dibalas dengan
kenikmatan Alloh (Surga) di
sisi Alloh. Kecuali (amalannya)
karena mencari wajah Alloh
Tuhannya yang Maha Mulya. Dan mereka akan senantiasa
berbahagia”.
2. Quran Surat Al Isro’
ayat 57 “Orang-orang yang mereka
seru itu, mereka sendiri
mencari jalan kepada Tuhan
mereka {1} siapa di antara
mereka yang lebih dekat
(kepada Alloh) dan mengharapkan rahmat-Nya
dan takut akan azab-Nya;
sesungguhnya azab Tuhan mu
adalah suatu yang (harus)
ditakuti. ”. Sabda Rosulullah SAW:
1. “Sesungguhnya Alloh tidak
akan menerima suatu amalan
kecuali amalan itu murni dan
didasari niat mencari
wajahNya (Alloh)”. [Hadits riwayat Nasa i dari
Abi Amamah]
2. “Sesungguhnya yang paling
Aku (Nabi) khawatirkan
terhadap umatku adalah
syirik pada Allah. Ingatlah
sesungguhnya tidak aku
katakan mereka menyembah matahari, rembulan atau
berhala akan tetapi beberapa
amalan yang dikerjakan
dengan niat tidak karna Alloh
dan ada keinginan lain yang
tersembunyi (samar)”. [Hadits riwayat Thobroni]
3. “Barang siapa mempelajari
suatu ilmu yang semestinya
ditujukan untuk mencari
wajah Alloh Azza wa Jalla
namun ia tidak
mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kekayaan dunia
maka dia tidak akan mencium
bau wanginya Surga pada hari
kiamat”. [Hadits riwayat Ahmad
dari Abi Huroiroh]


Di Petik dari :
www.formasa.org/kemurnian-agama-islam/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar